Catatan Patrick Galugu

advertisement

Liburan yang Menentramkan Jiwa di Pantai Induk, Lombok Barat

27 Apr 2017 - 19:28 WIB

Catatan Patrick Galugu/Patrick Galugu

 

Sore hari pukul 17.00 WITA (23/4/2017) menggunakan kendaraan beroda dua saya menuju sebuah pantai yang tidak terlalu jauh dari kota Mataram, Lombok, perjalan yang ditempuh kira-kira hanya 13 menit. Dalam perjalanan saya disambut hujan rintik-rintik yang membuat suasana menjadi hening.

 

Dalam perjalanan menuju Pantai Induk, saya melihat hamparan sawah dimana padi yang ditanam oleh petani siap untuk dipanen, padi terlihat menguning menguning. Eits… dalam perjalanan saya sempat melihat 2 ekor monyet yang sedang memetik biji padi. Monyet lainnya bergelantungan di atas pohon.

 

Beberapa kumpulan Bapak, Ibu, dan anak sedang “Ngorongan” menuntun sapi-sapi mereka ke kandangnya. Mereka berjajar di pinggir jalan dengan tenang. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari penduduk bahwa pagi hari mereka membawa sapi ke tempat berumput, tanpa menunggu sapi-sapi itu seharian, karena sapi itu dipakaikan tali pada hidungnya, yang kemudian diikat pada sebuah pohon, sapi-sapi tersebut tidak hilang loh. Sore hari, masyarakat menuntun sapi-sapi itu menuju kandang.

 

Tiba di pantai Induk, saya memarkir motor, lalu berjalan ke arah kumpulan masyarakat yang sedang memancing. Hari itu ada 11 pria dewasa, dan seorang putri yang datang menemani Bapaknya.

 

Beberapa pria dewasa sudah mendapatkan ikan. Lainnya sibuk menunggu ikan menyambar mata kail. Oh ya… mereka menggunakan pancingan modern.

 

Suasana memancing terlihat menenangkan dengan kemunculan matahari yang sedang terbenam, sinar cahayanya memantul di air laut. Terlihat indah.

 

Saya sempat berbicara dengan salah satu pemancing, dia berkata bahwa mereka memancing di Pantai Induk setiap hari. Ada yang memancing sebagai hobi, ada juga yang hidup dari tangkapan ikan yang mereka dapatkan.

 

Disekitar pantai, aktifitas masyarakat lainnya yaitu mengumpulkan pasir menggunakan perahu dan penghisap pasir. Suara mesin penghisap bisa terdengar dalam video yang saya kirim berikut ini.

Seorang anak Bersama dengan Ibunya terlihat sedang mengolah kayu menjadi arang halus, kemungkinan arang tersebut digunakan sebagai pupuk.

 

Liburan saya hari itu sangat keren dari segi ketenangan jiwa. Keren karena bisa melihat aktifitas masyarakat secara langsung, menikmati karya Tuhan dengan mendengar suara ombak, terutama keindahan matahari terbenam yang menenentramkan jiwa. 

 

Promoted: Hotel murah di Lombok


TAGS   lifestyle /

>