Catatan Patrick Galugu

advertisement

Jingkrak-Jingkrak Kegirangan Menikmati Lombok

5 Sep 2017 - 08:04 WIB

Hmmm saya ingin menuliskan pengalaman saya ketika berada di pantai Batu Payung Lombok bersama dengan saudara saya.

 Foto: Dokomentasi PribadiPerjalanan dimulai dari kota Mataram, menuju jalan Bypass Bandara Internasional Lombok. Seperti pada artikel sebelumnya, di sisi kiri dan kanan jalan Bypass Bandara Internasional Lombok kita bisa menikmati hamparan padi yang sedang menguning, baca disini. Dari jalan Bypass Bandara Internasional Lombok, perjalanan ditempuh selama 1 jam dan 14 menit.

 

Sebelum tiba di pantai Batu Payung, kami melewati pantai Kuta dan pantai Tanjung Aan. Pantai Kuta dan Pantai Tanjung Aan memiliki pasir putih dengan pemandangan bukit didepannya.

 

Kami kemudian tiba diparkiran sekitar area Pantai Batu Payung. Hari itu pengunjung yang hendak mengunjungi pantai Batu Payung tidak banyak, pengunjung hanya hitungan jari saja, lima orang.

 

Disebut pantai Batu Payung karena memiliki ikon batu karang yang berbentuk payung. Pantai Batu Payung tidak didominasi oleh hamparan pasir, seperti pantai-pantai lainnya di Lombok pada umumnya, namun didominasi oleh batu karang.

 

Dengan arahan dari seorang pemandu, kami berjalan dari tempat parkiran menuju ikon batu payung dengan memutari bukit Batu Payung. Sayangnya, kami tidak bisa memutari bukit karena air laut sedang pasang. Sehingga, agar bisa tiba di Batu Payung, satu-satunya cara adalah dengan naik ke atas bukit Batu Payung. Sebenarnya ada lagi satu cara, yaitu menunggu air laut surut, namun kami sudah tidak sabar tiba ditujuan.

 

Kami kemudian berjalan naik ke atas bukit. Tiba di atas puncak bukit, luar biasa, pemandangan dari atas bukit sangat indah guys, saya jadi ingin berlama-lama di atas bukit, dibanding tiba di ikon batu payung, pemandangan yang tersuguhkan membuat kami jingkrak-jingkrak kegirangan.

Foto: Dokumentasi Pribadi 

Suara ombak menghipnotis indra saya menjadi tenang. Diatas bukit Batu Payung, saya bisa melihat bukit disekitarnya, yaitu bukit Pedau, bukit Kura-Kura, dan Bukit Maresek, bukit Maresek adalah bukit terbesar diantara ketiga bukit yang saya saya sebutkan. Dari atas bukit Batu Payung, saya melihat kebawah, wuh.. angin pantai seolah menyambut saya dengan berhembus cepat ke arah saya.

Foto: Dokumentasi Pribadi

Bukit Batu Payung ditumbuhi oleh rumput menguning, dan beberapa pohon yang sedang menggugurkan daunnya.

 

Bukit tersebut pernah digunakan oleh turis mancanegara untuk camping dalam waktu yang cukup lama, ungkap pemandu bernama Abadi.  

 

Kami kemudian turun dari atas bukit, lalu turun menginjak pasir pantai Batu Payung. Tibalah kami pas didepan ikon batu karang besar yang berbentuk payung. Batu karang tersebut memang berbentuk payung.

Ikon Pantai, Yaitu Batu Karang Besar Berbentuk Payung

Foto: Dokumentasi Pribadi

Pantai ini memiliki ombak yang besar. Saya mencoba ke sisi Batu Payung untuk melihat kumpulan kepiting berwarna merah, yang mengakibatkan sandal saya terlepas karena ombak. Untungnya saya bisa meraih kembali sandal saya. 

 

Selesai menikmati ombak dan memperhatikan batu karang Batu Payang, kami duduk di batu karang dan minum kelapa muda yang disediakan oleh pemandu sambil menikmati ombak dan keindahan Batu besar di depan kami. 

 

Informasi yang saya dapatkan dari seorang pemandu bahwa Pantai Batu Payung pernah digunakan oleh perusahaan rokok sebagai lokasi pengambilan video iklan mereka. Benar saja, itu karena pemandangannya begitu mempesona. 

 

Setelah menjelajah di bukit dan pantai Batu Payung, kami kemudian memutari bukit karena air laut telah surut, dan oh ya.. ternyata ada dua ekor monyet yang kami temui di sekitar bukit,  mereka malu-malu dengan kehadiran kami, mereka menjauh dengan mencari tempat persembunyian. 

Foto: Dokumentasi Pribadi

 

Tiba di parkiran, terlihat anak-anak sedang bermain Sodoran, mereka terbagi menjadi dua tim, satu tim menjadi tim penjaga dan satunya lagi jadi tim lawan.

 

Demikianlah petualangan kami yang membuat saya ingin kesana lagi.

 

Tulisan ini juga saya posting di blog saya.

 


TAGS   travel / lombok /

>