IBX59D0FE58EFDC8 Jangan Percaya Berita Hoax Gunung Agung Bali Meletus

Catatan Patrick Galugu

advertisement

Jangan Percaya Berita Hoax Gunung Agung Bali Meletus

27 Sep 2017 - 06:39 WIB

Gunung Agung Bali/Foto: Wisatahotelbali.com

Beberapa hari ini, kita mendengar kabar tentang aktivitas Gunung Agung. Sayangnya, ada berita hoax di WhatsApp yang mengatakan bahwa Gunung Agung akan meletus pada 24 September 2017 yang lalu.

 

Ada juga video hoax yang menggambarkan letusan sebuah gunung api. Video tersebut ternyata adalah letusan Gunung Sinabung tahun 2015. Sampai saat ini Gunung Agung belum meletus.

 

Jangan percaya guys dengan berita hoax tersebut.

 

Hingga saat ini, status Gunung Agung telah dinaikkan menjadi status awas, namun belum meletus.

 

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulana Bencana (BNPP) menyatakan bahwa status awas Gunung Agung di Karangasem tidak akan mempengaruhi objek wisata di Bali. Dia mengungkapkan objek wisata masih kondusif dan aman.

 

Dikutip dari Merdeka.com (25/9/2017), Sutopo menerangkan bahwa luncuran awan panas, batu pijar tidak bakal sampai ke Denpasar. Wisata di Bali normal, objek wisata di Bali masih aman.

 

Mengenai bandar udara yang berada di sekitar Bali. Sutopo mengatakan, sejauh ini otoritas maskai belum mengeluarkan status bahaya terhadap penerbangan yang melintasi udara Bali.

 

“Dalam hal ini setiap letusan, angkasa pura bersama otoritas bandara akan menggunakan visul absorption capability untuk mengetahui apakah akan membahayakan pesawat dan bandara atau tidak.

 

Sejak 19 September, status Gunung Agung berada di status waspada. Kemudian menjelang tiga hari (22 September), naik menjadi status Awas.

 

BNPP menilai bahwa status awas tersebut berpotensi adanya letusan ditandai oleh pergerakan aktif dalam perut Gunung Agung yaitu terjadi inflasi atau penggelembungan isi perut gunung.

 

Hingga Minggu (24/9/2017) telah tercatat 3.036 jiwa pengungsi Gunung Agung Karangasem.

 

Berikut adalah data laporan dari petugas berdasarkan setiap daerah:

  • Tejakula ada 8.518 jiwa
  • Klungkung ada 11.253 orang
  • Sidemen ada 1.953 jiwa
  • Bebandem 5.223 jiwa
  • Rendang 3.768 jiwa
  • Manggis 3.400 jiwa
  • Karangasem 785 orang dan Bangli 4.690
  • Serta data tambahan pribadi 3.446 orang

 

Secara keseluruhan ada 43.036 jiwa.

 

Tulisan ini juga saya posting di blog saya.


TAGS   gunung agung /

>