Catatan Patrick Galugu

advertisement

Menteri Ini Sukses Mewujudnyatakan Cita-Cita Kartini

22 Apr 2017 - 18:40 WIB

Foto: Wikipedia

Kita sudah tahu siapa sosok Kartini itu. Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan kaum perempuan dimana kaum perempuan memiliki kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Selain itu, perempuan Indonesia memiliki hak untuk menuntut ilmu dan belajar. Hasilnya, pada era ini, kaum perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata lagi.

 

Salah satu Menteri dari Indonesia yang adalah perempuan menunjukkan bahwa dia tidak bisa dipandang sebelah mata, dialah Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Dia berhasil mewujudnyatakan cita-cita Kartini, dimana perempuan  memiliki hak yang sama mendapatkan Pendidikan dan kebebasan untuk memiliki kedudukan agar bisa membantu mensejahterakan perempuan, bukan hanya perempuan namun Menteri ini ikut untuk mensejahterakan laki-laki.

 

Seperti cita-cita Kartini dimana perempuan berhak menuntut ilmu dan belajar. Sri Mulyani dilihat dari segi Pendidikan, berhasil dengan sangat memuaskan, Pendidikan terakhirnya adalah menyelesaikan gelar Ph.D bidang ekonomi di Universty of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A.

 

Pada tahun 2005, Sri Mulyani ditunjuk menjadi Menteri keuangan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kebijakan pertamanya yang paling brilian adalah memecat petugas korup di lingkungan kementerian keuangan. Membuatnya dikenal sebagai Menteri yang berintegritas.

 

Sebagai seorang Menteri, Sri Mulyani pernah mengalami masa-masa sukar. Masih teringat diingatan kita bagaimana pada tahun 2009 dan 2010, kasus Bank Century begitu sering ditayangkan oleh berbagai media. Sri Mulyani mengambil kebijakan besar yang dianggap sebagai skandal keuangan terbesar di Indonesia. Negara kemudian diduga mengalami kerugian mencapai triliuan rupiah karena dugaan penyelewengan aliran dana bailout 6,7 triliun.

 

Saat dalam rapat Pansus Hak Angket Bank Century dengan Sri Mulyani pada tahun 2010, dia dicecar berbagai pertanyaan, yaitu tanggungjawab bailout sebesar 6,7 triliun untuk menyelamatkan Bank Century. Interogasi pansus, membuat Sri Mulyani berserah penuh kepada Sang Kuasa, sehingga dia menjawab pertanyaan sambil  memegang tasbih dan mengikuti putaran bola-bola tasbih.

 

Kasus itu membuat Sri Mulyani memilih mengundurkan diri dan memilih bekerja di Bank Dunia sebagai salah satu dari tiga direktur pelaksana Bank Dunia. Itu menjadi prestasi yang sangat besar dimana seorang Kartini dari Indonesia memegang posisi yang besar di Bank Dunia.

 

Sri Mulyani tetap cinta kepada tanah air Indonesia, dia ingin Indonesia jadi lebih baik, sehingga dia kembali ke Indonesia meneruskan cita-cita mulia membangun Indonesia lebih baik di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

 

Perempuan Indonesian patut belajar dari sosok Sri Mulyani, dimana dia memiliki cita-cita yang besar untuk menuntut ilmu setinggi mungkin seperti yang dicita-citakan Kartini, dia tekun, memiliki integritas tinggi yang sangat dibutuhkan pada jaman ini. Dia juga tidak lupa kepada Sang Maha Kuasa. Semua itu untuk kemajuan bangsa Indonesia.

 

Promoted: Perawatan Klinik Dokter Gigi di Bali


TAGS   OPINI / KARTINI /

>